Kamis, 21 November 2013

LIBURAN KE ISTANA SIAK

Posted by Hafara Production On Kamis, November 21, 2013 | No comments
ISTANA SIAK SRI INDRAPURA

SEPENGGAL SEJARAH MELAYU ISLAM DI ISTANA SIAK

Siak menyimpan banyak bangunan bersejarah peninggalan Hindia Belanda dan kerajaan Melayu Islam. Salah satunya adalah Istana Siak Sri Indrapura.
Kerajaan Siak Sri Indrapura didirikan oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah pada 1723 M. Kerajaan Melayu Islam terbesar di Riau ini mengalami masa kejayaan pada abad ke-16 hingga ke-20. Istana Siak Sri Inderapura merupakan kediaman resmi Sultan Siak.
Kerajaan ini adalah pecahan dari Kerajaan Melayu. Dua tokoh kerajaan kemudian berseteru, yaitu Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecil) dan Sultan Suleiman yang dibantu oleh Bugis. Karena kalah, Sultan Abdul Jalil menyingkar dan berpindah-pindah tempat ke Johor, Bintang, Bengkalis, dan akhirnya pedalaman Sungai Siak, Buantan. Ibukota Kerajaan Siak pun sempat beberapa kali pindah, diantaranya di Buantan, Mempura, Senapelan, Mempura, dan terakhir di Kota Tinggi atau Siak Sri Indrapura.
Kompleks istana Siak Indrapura memiliki luas sekitar 32.000 M², dan terdiri dari empat istana yaitu Istana Siak, Istana Baroe, Istana Padjang, dan Istana Lima. Bangunan Istana Siak memadukan gaya arsitektur Melayu, Timur Tengah, dan Eropa. Luasnya sekitar 1.000  M².

Dinding istana berlapiskan keramik yang didatangkan langsung dari Prancis. Istana yang mendapat julukan Istana Matahari Timur ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memuat 6 ruang sidang, ruang tamu kehormatan, 2 ruang tamu (untuk laki-laki dan perempuan), ruang sidang kerajaan yang juga berfungsi sebagai ruang pesta. Di lantai atas, terdapat 9 ruangan yang khusus digunakan untuk Sultan, serta satu buah ruang tamu kerajaan.
Enam patung burung elang menghiasi puncak istana. Patung-patung ini melambangkan keberanian pihak istana. Sementara di bagian halaman, tersebar delapan buah senjata yang dulu digunakan sebagai pertahanan, yakni meriam. Di sisi kiri belakang istana, terdapat bangunan kecil yang dulu difungsikan sebagai penjara sementara.
Di istana ini, wisatawan dapat melihat beragam koleksi benda-benda kerajaan, mulai dari kursi singgasana berlapis emas, payung kerajaan, tombal, brankas kerajaan, duplikat mahkota raja, hinga patung perunggu Ratu Wilhelmina. Sebagian benda-benda peninggalan kerajaan juga tersimpan di Museum Nasional Jakarta.
Jam buka: Senin – Kamis, dan Sabtu Pk 09:00 – 16:00 WIB, Jumat Pk 13:45 – 16:00 WIB
Harga tiket masuk: Dewasa Rp 3.000, anak-anak Rp 2.000


Bagi anda yang menginginkan jasa palayanan perjalanan Tour ke Istana Siak, kami dari Hafara Tour & Travel bisa menjadi tujuan anda. Kami menyediakan paket-paket Tour ke Siak dengan tujuan Istana Siak dan sekitarnya :
Paket anak-anak   : Rp 100.000,00 /pax (minimal 45 orang)
                               ALL IN (1hari, makan 2x, masuk istana, bus pariwisata full AC)
Paket mahasiswa  : Rp 120.000,00 /pax (minimal 45 orang)
                               ALL IN (1hari, makan 2x, masuk istana, bus pariwisata full AC)
Paket keluarga (4-5 orang) : Rp 800.000,00
                               ALL IN (1 hari, makan 2x,masuk istana+keliling Siak, mobil pribadi full AC)

NB. Harga sewaktu-waktu dapat berudah 
Bagi pelancong luar Pekanbaru (RIAU) ditambah Harga Tiket Pesawat ( Garuda Indonesia / Lion Air / Sky Aviation / Sriwijaya / Air Asia / Batavia ) untuk 2x penerbangan PP atau bisa hubungi kami (keterangan dibawah)

 HAFARA TOUR & TRAVEL
JL. PANGERAN HIDAYAT NO.16 PEKANBARU INDONESIA 
Telephone : (0761) 861 249

LIBURAN KE SINGAPORE

Posted by Hafara Production On Kamis, November 21, 2013 | No comments

Singapura nama resminya Republik Singapura, adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer (85 mil) di utara khatulistiwa di Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapore di selatan. Singapura adalah pusat keuangan terdepan keempat di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional. Pelabuhan Singapore adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia. Tetapi bukan hanya pelabuhannya saja yang sibuk,,tempat-tempat wisata yang begitu indahpun menyibukan para pedagang untuk melayani pelancong dari dalam negeri maupun luar negeri.

LIBURAN KE KOTA SINGA (SINGAPORE)

Alhamdulillah atas diberikannya kesempatan bagi saya berlibur di Singapore… Jelas ini merupakan impian saya, sehingga impian itu menjadi begitu sangat kuat…
Dan yang penting lagi, ini hasil dari kekuatan Doa, Usaha (atau lebih tepatnya Inspired Action), Ikhlas, Tawakkal serta (selalu ingat) Sedekah ,,,, saya biasa menyingkatnya "DUITS".
Oke, kali ini saya akan coba share bagaimana melakukan perencanaan berlibur ke Singapore dengan budget hemat atau istilahnya murah meriah (oya murah itu relatif, mahal juga relatif, intinya semua ada dalam paradigma pikiran kita)…
Untuk urusan penerbangan PP (Jakarta  Singapore) bisa memakai penerbangan dengan pesawat AIR ASIA ( karena terbilang harga tiket AIR ASIA sangat murah )( www.airasia.com ) , carilah tiket2 promo, bahkan ada rekan2 dari Jogja yang dapet tiket cuman 750ribu perak untuk PP! Selanjutnya rencanakan dimana Anda menginap, untuk hemat, toch juga cuman buat rehat, tidur, mandi, carilah hostel backpacker. Yang saya gunakan adalah Mitra In  – sekitar $30 per orang per malam (saya gunakan dolar singapura). Jika ada total 5 orang sekeluarga bisa booking 5 tempat tidur private (sekamar). Mitra Inn terletak di daerah Little India, jalan Serangoon (dari MRT station Farrer Park, jalan ke utara beberapa meter dah nyampe). Sayangnya lingkungan di sekitar Mitra Inn emang banyak dugem en clubbing-nya.

Tampak Depan Mitra Inn, Serangoon Rd, Singapore
Untuk urusan makanan, sediakan saja total $20-$30 sehari untuk 3 kali makan, dimana? Ya di food court, carilah makanan Indonesian yang halal, langsung tanya ke penjualnya, pake bahasa Indonesia langsung atau kalo pas beruntung ya ada penjual berbahasa Jawa… he he he.. ternyata memang ragam etnik di Singapore… (btw, pake Singlish alias English dengan dialek Singapore juga disarankan, its okey lach… its fine lach… ha ha).
Oke, landing langsung menuju imigrasi, gak usah pake VISA khusus orang kita, maksudnya Indonesia, he he he… terus langsung saja ke Terminal 2 untuk naik MRT menuju kota, oya karena pake AIR ASIA mendaratnya di Terminal 1 Changi, gunakan skytrain menuju Terminal 2 (jangan khawatir, gratis kok).

walah-walah.,,,naik skytrain tu kayak naek kendaraan wisata,,,pemandangan nampak smua
Sesampai di Terminal 2 langsung saja menuju MRT Station sesuai petunjuk2 di bandara…
Di MRT station siapkan uang (dolar singapore) untuk membeli tiket ez-Link $12, yang $5 harga kartunya (tidak bisa refund) dan yang $7 untuk nilai tiketnya (kalo sisa pas pulang bisa direfund), belinya di Passenger service atau Ticket Office (kalo sudah buka), sekalian minta top up $20 (sehingga total nilai tiket $27, persiapan ke Sentosa dua kali $3,5 atau $7).
 Ok dech,,,,langsung naek MRT arah Tanah Merah, disana ganti lagi kereta arah Joo Koon (East West Line nomor 2) berhenti di Outram Park, ganti lagi kereta arah ke Punggol (North East Line nomor 7) berhenti di Farrer Park untuk selanjutnya menuju Exit G ke jalan Serangoon ke Mitra Inn Hostel. Unduh peta MRT disini (edisi 2012).

Perjalanan berikutnya menuju Marina Bay untuk jalan-jalan mengitari Marina Bay, termasuk wajib kunjungan di Taman Merlion, berfoto2 di patung Merlion, separo ikan, separo singa…

nah ini dia,,,, kolam di langit(kata temen saya) wkwkwk,,,,, hati2 nanti jatuh
patung Merlion Singapura

Oya kalo cari makan di sekitaran Marina Bay ada Lau Pa Sat food court dan alhamdulillah ketemu dengan ibu2 penjual makan dari Nganjuk, Jawa Timur – iso ngomong jawa timuran rek…la kepriben to mas,,, ha ha ha…

Ke Marina Bay, naik MRT di Farrer Park Station, ke arah HarbourFront (North East Line nomor 6) berhenti di Dhoby Ghaut, terus ganti kereta North South Line nomor 5 arah Marina Bay. Atau ganti Circle Line arah HarbourFront nomor 9 berhenti di Esplanade Station.

Oke, pengeluaran hari ini…
  • Penginapan $90 (untuk 3 hari)
  • ez-Link $12 (sudah termasuk tiket senilai $7)
  • Top Up ez-Link $20 (ini dipake berkali-kali sampe minimal $3)
  • Makan 2 kali (siang dan malam) $20, dan ini bisa kurang jika sekali makan cuman $5 atau total $10.
  • Total = $132


TOUR KE MEDAN

Posted by Hafara Production On Kamis, November 21, 2013 | No comments

Kota Medan adalah ibu kotaprovinsi Sumatra Utara,Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar di Pulau Sumatra. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.

SCHEDULE TOUR
KUNJUNGAN KE MEDAN

HARI PERTAMA


15.00-16.00 = Persiapan Keberangkatan
"sehendaknya persiapan dalam segala urusan harus diperhatikan, terutama doa,,, "
16.00 -         = Berangkat Menuju Medan


HARI KEDUA

07.00-08.00 = Tiba Di Medan
08.00-09.00 = Sarapan
 "sarapan pertama berada di daerah Perbaungan,,,, rumah makan yg khas dengan masakan Medan yg halal dan sangat lezat akan siap untuk bergulat di lidah anda, tak hanya masakannya yg terkesan lezat,,,tp bentuk bangunan yg sangat dinamis dan penuh gaya tradisional seraya membangkitkan selera makan"

09.00-11.00 = Mengunjungi Mesjid Raya Al Ma'shum dan Istana Maimun
 "Mesjid Raya Al Ma'shum,
Masjid Raya ini adalah salah satu peninggalan Sultan Deli di Sumatera Utara setelah Istana Maimoon. Masjid ini masih dipergunakan oleh masyarakat muslim untuk sholat setiap hari. Sebahagian bahan - bahannya yang terbuat dari Itali dipergunakan untuk dekorasi masjid ini.
Masjid ini dikunjungi oleh Wisatawan mancanegara dari berbagai negara di seluruh Dunia. Masjid ini adalah masjid yang terindah dan terbesar di Sumatera Utara. Masjid ini dibangun pada tahun 1906 oleh Sultan Makmun Al Rasyid. Masjid Raya ini hanya kira-kira 200 meter dari Istana Maimoon.
 Mesjid dengan arsitektur yang istimewa diilhami oleh Morrish Style. Selain Masjid Raya Medan ada lagi masjid milik peninggalan kesultanan Deli yang dibangun pada Tahun 1886 yaitu Masjid Labuhan. Mesjid Labuhan adalah salah satu masjid dengan rancangan yang unik bergaya India dengan Kubah segi delapan. Masjid Labuhan terletak di jalan raya Medan Belawan sebelah utara dari pusat kota Medan.
 Kubah pada Mesjid Al Ma'sum yang gepeng dan persegi juga pada puncak atap terdapat hiasan bulan sabit yang lazim pula kita temukan pada bangunan-bangunan Islam lainnya seperti Mesjid dan menara yang menurut para ahli sering dihubungkan sebagai lambang kedamaian, dimana Islam disiarkan tanpa kekerasan.
Selain denah, atap kubah, lengkungan-lengkungan (arcade), hiasan bulan sabit pada puncaknya, pengarauh kesenian Islam ini akan lebih nampak lagi pada Ornamentasinya, baik pada dinding, plafon, tiang-tiang, dan permukaan lengkungan (face Arcade) yang kaya dengan hiasan bunga-bunga dan tumbuh-tumbuhan yang berkelok-kelok dengan cat minyak. Hiasan floralistis ini selain digayakan (distilir) mengingatkan pada motif tumpal dan mekara, juga dilukiskan secara Naturalistis kecuali motif flora, motif geometris juga amat menonjol adalah kombinasi antara hiasan Poligonal (bersegi banyak), Oktagonal (segi delapan) dan lingkaran-lingkaran. Motif semacam ini terutama sekali terdapat pada dinding-dinding, permukaan lengkungan, plafon dan sebagainya. Disamping itu motif semacam ini terlihat pula pada bentuk trali besi tingkap-tingkap segi empat maupun yang berbentuklengkungan yang mengingatkan kita pada ukiran dinding gaya India. Di Indonesia hiasan semacam ini sering disebut hiasan Terawangan atau Kerawangan, selain sebagai hiasan, hiasan ini dapat berfungsi sebgai fentilasi atau lobang angin.
  
Istana Maimun
Istana Maimoon merupakan salah satu istana yang paling indah masih ada di Indonesia. arsitektur yang unik dan desain interior istana ini memberikan karakter yang khas. Istana Maimun ini dibangun oleh Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana Maimun dibangun dengan desain dari seorang arsitek Italia pada tahun 1888. Sebagai warisan Kesultanan Melayu-Deli, Istana Maimun didominasi dengan warna kuning, khas Melayu. Istana Maimoon dibangun di atas tanah seluas 2.772 m persegi di pusat kerajaan Deli, sekarang jalan Brigjen Katamso, Medan.
Istana Maimun terdiri dari dua lantai yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bangunan utama, sayap kiri, dan sayap kanan. Di depan, sekitar 100 meter, berdiri Masjid Al-Maksum yang dikenal sebagai Masjid Raya Medan. Di ruang tamu (balairung) Anda akan menghadapi tahta yang didominasi oleh warna kuning. Crystal menyalakan lampu tahta, bentuk pengaruh budaya Eropa. Pengaruh yang sama muncul pada perabotan istana seperti kursi, meja, toilet dan lemari dan pintu, menuju ke balairung. Ruangan seluas 412 m persegi digunakan untuk acara penobatan Sultan Deli atau agenda tradisional lainnya. Balairung juga digunakan sebagai tempat Sultan menerima pujian dari sanak saudara dan keluarga di hari libur Islam.
Bangunan Istana Maimun didominasi oleh warna kuning. Namun, jangan menghubungkannya dengan warna partai politik. Kuning adalah warna khas Melayu. Ada foto keluarga, perabotan, dan senjata tua di dalam gedung. Istana Maimoon adalah warisan Kesultanan Deli. Istana Maimoon terletak di Jalan Brigjen Katamso, Medan. Sultan Deli, Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, telah mendirikan istana ini. Perancang adalah seorang arsitek Italia, dan selesai pada tahun 1888. Dibangun di atas tanah seluas 2.772 m2 luas bangunan istana menghadap ke timur, dan menjadi pusat kerajaan Deli. Istana ini terdiri dari dua lantai yang dibagi menjadi tiga bagian, yang merupakan bangunan utama, sayap kiri, dan sayap kanan. Di depan, sekitar 100 meter, berdiri Masjid Al-Maksum yang dikenal sebagai masjid Agung Medan.
Lebih lanjut, jumlah kamar adalah 40, 20 kamar di lantai atas, tahta Sultan dan 20 kamar di bawahnya, tidak termasuk 4 kamar mandi, gudang, dapur, dan penjara di lantai bawah. Menarik jika kita mengamati desain arsitektur istana. Perpaduan antara tradisi Islam dan kebudayaan Eropa berani dilaksanakan. Selain balairung itu, dasar bangunan juga menunjukkan pengaruh Eropa. Beberapa bahan bangunan yang diimpor dari Eropa, seperti ubin lantai, marmer, dan teraso.
Pola arsitektur Belanda dengan pintu dan jendela lebar dan tinggi, serta pintu bergaya Spanyol menjadi bagian dari Istana Maimun. Belanda dipengaruhi juga terlihat pada prasasti marmer di depan tangga marmer yang ditulis dengan huruf Latin dalam bahasa Belanda.
Pengaruh Islam terlihat dalam bentuk kurva atau arcade di beberapa bagian atap istana. Kurva yang berbentuk kapal terbalik yang dikenal dengan Persia Curve sering dijumpai pada bangunan di kawasan Timur Tengah, Turki, dan India. Istana Maimoon merupakan salah satu bangunan paling indah di Medan. Nya lokasi mudah dicapai, baik dari Bandara Polonia (sekitar 10 km) dan Pelabuhan Belawan (sekitar 28 km). Bangunan bersejarah ini terbuka umum setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Sekarang ini Sultan tidak lagi memiliki kekuasaan politik. Namun, garis suksesi tahta masih terus berlanjut. Yang terakhir Sultan, Tengku Mahmud Aria Lamanjiji adalah pada tahun 2005 ketika ia hanya berkuasa delapan tahun. Ayahnya, ‘Alam Shah Ibni Al-Marhum Sultan Azmi Perkasa’ Sultan Mahmud III Otteman Ma’amun Padrap Perkasa Alam Shah al-Haj tewas dalam kecelakaan pesawat ketika melakukan pekerjaan sosial di Aceh pada tahun yang sama. Sultan muda sekarang tinggal bersama ibunya di pulau lain"


11.00-11.30 = Perjalanan menuju Rahmad Gallery
11.30-13.00 = Mengunjungi Rahmad Gallery
"Rahmat International Wildlife Museum & Gallery adalah merupakan sebuah tempat wisata yang sangat menarik di kota Medan, Sumatera Utara, dengan beragam koleksi mengagumkan berbagai binatang liar diawetkan yang berasal dari tempat berburu di berbagai penjuru dunia. Lebih dari 1000 binatang, besar dan kecil, ditata dengan artistik dan elegan sesuai dengan habitat mereka di dalam ruangan-ruangan berpendingin penuh di Jl. S. Parman 309, Medan.
Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, yang konon merupakan galeri satwa liar yang pertama di Asia Tenggara, adalah milik dari Rahmat Shah, seorang pengusaha dan pemburu profesional. Rahmat adalah orang Indonesia pertama yang menerima beberapa penghargaan dan pengakuan internasional seperti The Big Five Grand Slam Awards dan World Hunting Awards"
13.00-14.00 = Sholat Dzuhur + Makan Siang
14.00-15.00 = Perjalanan menuju Penangkaran Buaya
15.00-17.00 = Mengunjungi Penangkaran Buaya
"Disalah satu pinggiran kota medan, ternyata terdapat sebuah tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi, yaitu penangkaran buaya, tepatnya bernama "Taman Buaya Asam Kumbang". Ternyata tempat ini juga menjadi salah satu objek wisata atau bisa menjadi objek wisata di Kota Medan ini, walaupun dikarenakan sesuatu dan lain hal yang membuat tempat yang seharusnya menjadi daya tarik yang sangat menawan ini, namun hanya sebagian orang atau wisatawan luar yang mengenal tempat ini.
Yah mungkin salah satunya karena dana pengelolaan yang kurang maksimal, sehingga berimbas pada sepinya pengunjung yang datang ketempat ini, padahal menurut catatan, tempat ini pernah menjadi tempat penangkaran buaya terbesar di dunia.
Menurut riwayat dan kisahnya, asal usul penangkaran ini bermula dari warga keturunan Tionhoa Lo Than Mok yang mengembangbiakkan 12 ekor Buaya berpuluh tahun silam, berkat kesabaran Lo Than Mok mengembangbiakkan buaya, saat ini terdapat sekitar dua ribu ekor lebih buaya di penangkaran seluas 2 hektar ini.
Penangkaran Buaya ini tepatnya didirikan oleh Lo Than Mok tahun 1959 silam, berkat jasanya tersebut kini masyarakat kota medan pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya mengenal lebih dekat kehidupan reftil buas berukuran besar. "
 

17.00-18.30 = Perjalanan ke hotel ( Garuda Citra Medan )
  " Hotel Garuda Citra terletak di Jl. Sisingamangaraja No.27/39 Medan 20213, ad beberapa kelas yg ditawarkan di hotel ini :
Standard room           234,000Rp
Executive room           290,000Rp
Deluxe room               335,000Rp
Family room               350,000Rp"
18.30-20.30 = Ishoma
20.30-          = Acara bebas

HARI KETIGA

06.00-08.00 = Sarapan
08.00-10.30 = Perjalanan menuju Brastagi
10.30-12.00 = Mengunjungi pemandian air panas Sidebug-debug

12.00-12.30 = Perjalanan menuju Bukit Kubu
12.30-13.30 = Sholat Dzuhur+makan siang di Bukit Kubu

13.30-14.00 = Menuju Pasar Buah Brastagi
14.00-15.30 = Belanja buah segar dan menikmati wisata Brastagi

15.30-19.30 = Perjalanan menuju Parapat/Danau Toba
19.30-20.30 = Check In dan makan malam di Parapat View

20.30-          = Acara bebas

HARI KEEMPAT

07.00-09.00 = Sarapan
09.00-10.00 = Menyeberang ke Samosir melintasi Danau Toba
10.00-12.00 = Jalan-jalan di Pulau Samosir
12.00-13.00 = Kembali ke Parapat melintasi Danau Toba
13.00-14.00 = Sholat Dzuhur dan makan siang
14.00-15.00 = Berkemas dan Check Out
15.00-16.00 = Menikmati keindahan Danau Toba dan sekitarnya
16.00-          = Meninggalkan Parapat menuju Pekanbaru

HARI KELIMA
07.00           = sampai Pekanbaru


NB:
Biaya per pax = Rp. 950.000 nett
Penginapan di Medan (Hotel **) 3 orang/kamar
Penginapan di Parapat/Danau Toba (Hotel Bahari**) 4 orang/kamar

Riau24 - Berita

Social Networks

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu _____ Selamat datang di situs Hafara Institute. Sebuah ruang yang menyediakan materi-materi management, khususnya bagi program pasca sarjana S2 Magister Management. Dengan narasumber : Mr. Muhammad Syahrullah, SE, MM . Selamat membaca, semoga mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, dan terima kasih atas kunjungan Anda _____ Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu

Total Tayangan Halaman

News24xx.com

About