Kamis, 21 November 2013

JOGJA(3) VS BALI(3)

Posted by Hafara Production On Kamis, November 21, 2013 | No comments
TAMAN SARI YOGYAKARTA
Gemericik air, keindahan arsitekturnya yang kuno, dan pemandangan yang menakjubkan membuat Taman Sari sangat mempesona. Lorong-lorong dan bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia yang akan terus dikuak.
Masa setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya itu sekarang dikenal dengan nama Taman Sari.


PARANGTRITIS YOGYAKARTA
Parangtritis, selain dikenal keindahan alam pantainya, juga terkenal sebagai tempat yang memikili berbagai peninggalan sejarah. Komplek Parangtritis terdiri dari Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Dataran Tinggi Gembirowati. Di Parangkusumo terdapat kolam permandian air panas (belerang) yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam. Kolam ini diketemukan dan dipelihara oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Adanya komplek kerajinan kerang, hotel bertaraf Internasional (Queen of South), serta dokar wisata di Parangtritis ikut menyemarakkan pariwisata di wilayah ini. Komplek wisata ini dapat dicapai melalui dua jalur, Jalur pertama lewat jembatan Kretek, yang kedua lewat Imogiri dan Siluk. Lokasi di Desa Parangtritis, Kec.Kretek kurang lebih 27 Km dari Yogyakarta ke arah Selatan. Termasuk kawasan ini: Petilasan Parangkusumo, Pemandian Parangwedang, Makam Syeh Maulana; Magribi, Makam Syeh Bela Belu, Makam Ki Ageng Selohening, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Depok, Gumuk Pasir (Barchan) Atraksi/Event Wisata Upacara Pisungsung Jaladri Bekti Pertiwi, Uparaca Labuhan Alit Kraton Ngayogyakarta, Labuhan Hondodento, Perayaan Peh Cun, Ziarah Malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon, Gelar Seni Malam 1 Suro, Pentas Seni Budaya ( Liburan dan Lebaran ), Festival Layang-layang, Volley Pantai.

KRATON NGAYOGJOKARTO HADININGRAT

Lonceng Kyai Brajanala berdentang beberapa kali, suaranya tidak hanya memenuhi Regol Keben namun terdengar hingga Siti Hinggil dan Bangsal Pagelaran Kraton Yogyakarta. Sedangkan di Sri Manganti terdengar lantunan tembang dalam Bahasa Jawa Kuna yang didendangkan oleh seorang abdi dalem. Sebuah kitab tua, sesaji, lentera, dan gamelan terhampar di depannya. Beberapa wisatawan mancanegara tampak khusyuk mendengarkan tembang macapat, sesekali mereka terlihat menekan tombol shutter untuk mengambil gambar. Meski tidak tahu arti tembang tersebut, saya turut duduk di deretan depan. Suara tembang jawa yang mengalun pelan bercampur dengan wangi bunga dan asap dupa, menciptakan suasana magi yang melenakan. Di sisi kanan nampak 4 orang abdi dalem lain yang bersiap untuk bergantian nembang. Di luar pendopo, burung-burung berkicau dengan riuh sambil terbang dari pucuk pohon sawo kecik yang banyak tumbuh di kompleks Kraton Yogyakarta kemudian hinggap di atas rerumputan.
Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kraton Yogyakarta merupakan pusat dari museum hidup kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak hanya menjadi tempat tinggal raja dan keluarganya semata, Kraton juga menjadi kiblat perkembangan budaya Jawa, sekaligus penjaga nyala kebudayaan tersebut. Di tempat ini wisatawan dapat belajar dan melihat secara langsung bagaimana budaya Jawa terus hidup serta dilestarikan. Kraton Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755, beberapa bulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti. Dipilihnya Hutan Beringin sebagai tempat berdirinya kraton dikarenakan tanah tersebut diapit dua sungai sehingga dianggap baik dan terlindung dari kemungkinan banjir. Meski sudah berusia ratusan tahun dan sempat rusak akibat gempa besar pada tahun 1867, bangunan Kraton Yogyakarta tetap berdiri dengan kokoh dan terawat dengan baik



TIRTA GANGGA BALI

 Jika Yogyakarta punya Taman Sari, maka Bali punya Taman Tirta Gangga. Taman yang berada di Kabupaten Karangasem, Bali ini dulunya juga menjadi tempat mandinya para raja di Pulau Dewata.
Sejuk dan indah, itulah kesan saat pertama kali menginjakkan kaki di pelataran Taman Tirta Gangga. Taman air peninggalan Kerajaan Karangasem, Bali ini digunakan juga sebagai tempat ibadah dan pemandian.
Tirta Gangga merupakan sebuah taman air peninggalan Kerajaan Karangasem yang terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Di sini terdapat kolam dengan banyak ikan mas berukuran jumbo. Selain itu, ada juga kolam yang bisa digunakan sebagai tempat pemandian.
Bagi pemeluk agama Hindu, lokasi ini juga digunakan sebagai tempat beribadah. Di sini terdapat pura yang berdiri kokoh di antara taman air yang sangat memanjakan mata.
PANTAI KUTE BALI
 Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur. Pantai Kuta yang lebar, berpasir putih bersih merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sehingga ada ucapan, Datang ke Bali tanpa mengunjungi Kuta belumlah lengkap.
Di kala senja di saat Surya mulai terbenam, Kuta menyajikan pemandangan yg sangat indah dan romantis. Sambil menikmati hembusan udara sejuk menyegarkan, Kuta sering dipakai tempat berolah raga sore yang mengasyikkan.

SEMARAPURA BALI
 Dikisahkan seorang raja Bali yang saat itu bernama Raja Bedahulu atau yangdikenal dengan nama Mayadenawa yang memiliki seorang patih yang sangatsakti yang bernama Ki Kebo Iwa. Kedatangan Gadjah Mada dari kerajaanmajapahit ke Bali adalah ingin menaklukan Bali di bawah pimpinan KerajaanMajapahit, namun karena tidak mampu patih Majapahit itu mengajak Ki Kebo Iwake jawa dan disana disuruh membuat sumur dan setelah sumur itu selesai KiKebo Iwa di kubur hidup-hidup dengan tanah dan batu namun dalam lontar BaliKi Kebo Iwa tidak dapat dibunuh dengan cara yang mudah seperti itu. Tanah danbatu yang dilemparkan ke sumur balik dilemparkan ke atas. Pada akhirnya diamenyerahkan diri sampai ia merelakan dirinya untuk dibunuh baru dia dapatdibunuh. Setelah kematian Ki Kebo Iwa, Bali dapat ditaklukan oleh Gadjah Madapada tahun 1343




Jadi,,,,,, liburan mau pilih kemana ??????????? ????? ?????

JOGJA,KOTA KECIL PENUH KEISTIMEWAAN

Posted by Hafara Production On Kamis, November 21, 2013 | No comments
Yogyakarta adalah destinasi favorit bagi para backpacker. Ada banyak tempat wisata yang menarik di sana. Selain itu, harga makanan atau oleh-olehnya pun tidak terlalu mahal. Jadi, ayo kita backpacking ke Yogya!

Ini adalah pengalaman saya ketika liburan di akhir Januari kemarin. Yogya adalah sebuah kota dengan sejuta pesona yang sudah tidak asing lagi bagi para traveler. Dengan konsep ala backpacker, kami berprinsip tentang pengeluaran biaya yang minim untuk mendapatkan pengalaman yang maksimal. Sehingga liburan pun bukan hanya sekadar liburan, tapi juga penuh dengan pengalaman.

Pada awalnya saya ingin melakukan perjalanan darat dari PKU menuju Jogja, tp saya di sarankan oleh teman saya untuk melakukan perjalanan udara,,karena untuk menghemat waktu, dan kenyamanan sewaktu perjalanan karena saya bisa berjam-jam duduk di bangku bus. Dan ternyata budgetnya pun terbilang impas, biaya perjalanan darat PKU-JOGJA Rp. 600.000 (3 hari 2 malam) ,sedang jika melalui perjalanan udara hanya 1 Jt ( 2 jam).

Selah 2 jam melakukan perjalanan udara, saya tiba di bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Lalu  saya bergegas mencari penginapan. Akhirnya saya mendapat penginapan di daerah Sosrowijayan, dekat Malioboro. Harga penginapannya relatif murah, Rp 80.000 per malam, dengan fasilitas 1 kasur, kamar mandi dalam, dan kipas angin. Biaya dari bandara ke penginapan hanya Rp 5.000 dengan bus kota jalur 15 Jogjakarta. Saya sengaja mencari penginapan didaerah Malioboro,agar budget untuk kesana kemari bisa di cegah

Kebetulan di sekitar penginapan, terdapat banyak wisnus dan wisman yang menarik untuk diajak ngobrol. Sayangnya penginapan saya dekat dengan sarkem alias Pasar Kembang, yang merupakan tempat prostitusi. Akan tetapi, penginapan di sini cukup aman dan juga nyaman.




Setelah kurang lebih 2 jam di penginapan, saya bersiap untuk menelusuri tempat-tempat wisata yang ada di Yogja. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Candi Borobudur, salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia. Untuk menuju kesana cukup mudah, pertama saya naik Transyogya dari shelter Malioboro 1, lalu turun di Shelter Ahmad Dahlan dan lanjut ke Terminal Jombor.

Untuk naik Transyogya, saya hanya perlu membayar sekali ketika pertama masuk shelter, yaitu Rp 3.000. Di terminal Jombor, saya naik Bus Cemara Tunggal yang langsung menuju daerah Candi Borobudur dengan biaya Rp 15.000 per orang. Saya turun di Terminal Drs Prajitno dan lanjut naik Andong dengan harga Rp 20.000. Perjalanan dari Malioboro ke Borobudur juga tidak terlalu lama, sekitar 1,5 jam.

Di Borobudur ada seorang traveler asal Makassar juga yang ikut bareng saya. Biaya masuk Borubudur sekitar Rp 30.000. Karena waktu itu hari Jumat, pengunjungnya pun tidak terlalu ramai dan sedang ada para murid asal Jepang yang sedang melakukan study tour. Juga terlihat beberapa wisman yang sedang meneliti seperti arkeolog.

Borobudur siang hari sangat panas, dan kata orang sekitar sana pun lebih bagus kalau datang dari sore menjelang malam, sambil melihat sunset yang indah. Tapi tak apa lah, setelah sekitar 2 jam berjalan-jalan dan berfoto di Candi Borobudur, saya menuju ke museum yang ada di dekat sana yaitu Museum Unik Indonesia. Di dalam museum, ada benda-benda unik dari Indonesia seperti candi terkecil di dunia yang hanya bisa dilihat dengan kaca pembesar, lalu ada buku terbesar di dunia dengan ukuran 3x3 meter, patung-patung unik, dan lainnya. Juga ada pemutaran film dokumenter ketika Gunung Merapi Meletus.

Biaya masuk museum sekitar Rp 3.000. Selesai dari museum, saya shalat Jumat terlebih dulu, lalu dilanjutkan dengan makan dan membeli pernak pernik khas Borobudur. Setelah itu, kami kembali ke penginapan. Rute pulang pun sama dengan rute ketika pergi.


Sesampainya di penginapan, kami istirahat, mandi, kemudian melanjutkan lagi perjalanan di Yogya. Ketika sore menjelang malam kami memutuskan untuk wisata kuliner dan mencoba beberapa makanan khas Yogya seperti nasi kucing, rawon, gudeg, dan lain-lain. Untuk masalah harga, jangan khawatir, karena harga makanan di sini relatif murah namun enak dan mengenyangkan. Di dekat stadion bola, ada sebuah tempat makan lesehan di pinggir jalan. Menunya adalah nasi goreng dengan daging sapi. Memang kedengerannya biasa, namun harganya juga murah dan cita rasa dari nasi goreng ini beda dari yang lain. Tidak heran, dari awal buka sampai menjelang tutup, tempat makan ini tidak pernah sepi pembeli.



Setelah makan, perjalanan dilanjutkan dengan menikmati indahnya kota Yogya di malam hari. Kami berjalan menuju tempat-tempat yang unik, seperti patung dan tugu-tugu. Jalanan Yogya kalau malam hari cukup aman. Di sini tidak ada preman. Setelah puas berjalan-jalan, sekitar tengah malam kami kembali ke penginapan dan beristirahat.





Pagi keesokan harinya, saya berjalan-jalan di sekitar Malioboro dan juga Pasar Bringharjo untuk membeli oleh-oleh. Sekitar 3 jam berkeliling dan membeli oleh-oleh, saya pun melanjutkan perjalanan liburan. Tujuan kali ini adalah Bukit Kaliurang di Sleman, yang merupakan salah satu kaki Gunung Merapi. Dari sini, saya bisa melihat langsung Puncak Gunung Merapi, pemandangannya juga cukup indah dengan cuaca yang tidak terlalu panas. Biaya masuk ke Kaliurang adalah Rp 2.000 per orang. Di dalamnya ada tempat tempat makan, air terjun, gua, juga banyak terdapat hewan seperti monyet.


Selain itu, juga ada wisata jeep untuk menelusuri daerah-daerah di Gunung Kaliurang. Harga sewanya cukup mahal, yaitu Rp 250.000, 1 jeep bisa dinaiki 5 orang. Di dekat sana juga ada daerah yang bernama Kaliadem, yang merupakan desa tempat bermukimnya alm. Mbah Maridjan. Untuk bisa menuju ke Kaliurang sendiri, dari Malioboro kita cukup naik Trans Yogja dan lanjut naik Elf. Tapi ada 1 hal yang harus di perhatikan di Kaliurang, di sana sudah tidak ada kendaraan umum yang beroperasi lagi mulai pukul 16.00 WIB. Berhubung kami tidak tahu, maka kami pun harus berjalan kaki dan menumpang pada pick-up yang lalu lalang menuju Yogja.



Ketika tiba lagi di Yogya, saya langsung menuju ke tempat pembuatan Bakpia. Selain bisa membeli bakpia, kami juga bisa melihat proses pembuatannya.


Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke daerah Alun-alun Selatan dan Keraton, saya menaiki becak dengan harga Rp 30.000 untuk perjalanan pulang pergi. Kebetulan, di sana sedang ada semacam festival dan pasar malam yang berlangsung. Saya juga bisa melihat orang-orang yang sedang berusaha melewati beringin kembar dengan mata tertutup. Berdasarkan mitos, jika Anda bisa melewati tengah tengah pohon beringin kembar dengan mata tertutup, maka Anda akan dapat rezeki. Ya, tapi bagaimanapun itu hanyalah mitos. Setelah berjalan-jalan di sekitar sana, tak terasa sudah jam 01.00 dini hari,saya pun segera kembali ke penginapan dan langsung tidur. Sebab, saya dapat tiket pesawat menuju Pekanbaru pukul 08.00 WIB, dan sialnya saya tidak kebagian pesawat kelas ekonomi bawah ataupun promo. Saya terpaksa menaiki pesawat kelas ekonomi atas.

Biaya yang kami habiskan untuk liburan kali ini kurang lebih Rp 2.700.000 per orang. Itu pun karena saya pulang naik pesawat kelas ekonomi atas,karena lupa memesan untuk balik dan sudah termasuk biaya untuk membeli oleh-oleh. Sebenarnya harga ini masih bisa ditekan menjadi sekitar Rp 2.400.000, jika pesan tiket jauh-jauh hari,bahkan bsa sampai Rp 2.300.000 per orang itu sudah smuanya . Tetapi, liburan kali ini sangat berkesan dan tak menghilangkan konsep backpacking.

Satu pelajaran yang saya ambil dari perjalanan ke Yogya adalah jangan menentukan tempat liburan dengan mendadak. Buatlah perencanaan yang cukup matang, carilah info sebanyak mungkin sebelum menuju suatu tempat, dan jangan malu untuk bertanya. Kata orang Jogja "nek isin takon kabeh ra bakal kelakon", saat saya tersesat di jogja.


Untuk mengetahui jadwal tour ke Yogyakarta klik di sini dan untuk info harga tour Yogyakarta silahkan Hub. 0761 861249

LIBURAN PUAS KE FLORES ,NIKMATI KEHIDUPAN ALA KOMODO

Posted by Hafara Production On Kamis, November 21, 2013 | No comments

Setelah tahu destinasi wisata di Flores, kini waktunya berhitung. Berapa kira-kira budget yang harus disiapkan untuk liburan di Flores, mulai dari snorkling sampai bertemu komodo? Berikut rinciannya!

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencapai Pulau Flores antara lain dengan jalur darat atau jalur udara. Jika dengan jalur udara, tersedia maskapai seperti Merpati Airlines, Lion Air, dan Garuda Indonesia yang melayani rute-rute di sini. Harga untuk tiket pulang pergi adalah sekitar Rp 2,2 juta dan untuk sekali jalan sekitar Rp 1,7 juta.

Jika ingin menekan budget sekaligus bertualang, Anda bisa mencoba jalur darat. Ada banyak sekali cara yang bisa dilalui seperti naik kereta yang kemudian dilanjutkan dengan naik bis serta kapal ferry. Hafara Travel, Kamis (6/10/2012) menyusun rincian perjalanan lengkap dengan semua harga akomodasi. Agar lebih mudah dan nyaman, ada baiknya Anda naik bus jurusan Jakarta-Bima yang tersedia di terminal besar di Ibukota. Bis yang melayani rute tersebut antara lain Safari Dharma Raya, Rasa Sayang dan Dunia Mas.


 
Harga rata-rata untuk rute tersebut adalah Rp 450 ribu. Sudah termasuk 6 kali makan prasmanan. Lamanya perjalanan dari Jakarta-Bima bisa mencapai 3,5 hari. Setelah sampai di Bima, Sumbawa, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal ferry hingga Labuan Bajo. Waktu perjalanan menghabiskan waktu sekitar 6 jam. Harga tiket Bima-Labuan Bajo sekitar Rp 50 ribu.


Setelah 4 hari berada di jalan, akhirnya Anda sampai di Labuan Bajo. Kota pelabuhan ini merupakan awal dari petualangan Anda. Ada beberapa penginapan murah yang tersebar tidak jauh dari pelabuhan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 150 ribu per malam. Untuk sekali makan di sini, akan menghabiskan sekitar Rp 20 ribu sudah termasuk minum.

Labuan Bajo merupakan pintu gerbang menuju pulau-pulau eksotis yang jadi rumah para naga purba atau komodo. Anda butuh menyewa kapal untuk mencapai pulau-pulau tersebut. Harga sewa per kapal per hari mulai dari Rp 2 juta hingga puluhan juta, tergantung kapasitas dan kecepatan kapal tersebut. Untuk menekan budget sewa kapal, Anda bisa mencari wisatawan lain untuk diajak trip ke pulau-pulau tersebut. Sebuah kapal dengan harga sewa sekitar Rp 2 juta mampu menampung hingga 5 orang.




Saat trip dari pulau ke pulau, akan memakan waktu seharian. Jadi jangan lupa untuk membawa bekal makanan yang cukup untuk seharian. Pulau Rinca dan Pulau Komodo tak hanya untuk trekking dan bertemu komodo, namun juga untuk snorkeling dan diving. Jangan lupa untuk menyewa alat diving dan snorkeling ya! Harga sewa alat snorkeling Rp 75 ribu seharian, sedangkan untuk menyewa alat diving adalah mulai Rp 2 juta per hari. Tak sulit menemukan toko penyewaan di sekitar Labuan Bajo. Salah satu toko yang bisa didatangi adalah Bajo Dive.

Setelah mengarungi laut, bertemu komodo, snorkeling di air jernih dan menunggu sunset di tengah laut, kini saatnya istirahat dan menyiapkan tenaga untuk pindah kabupaten esok hari. Tujuan wisata selanjutnya adalah Kota Bajawa di selatan NTT. Di sana ada Desa Bena yang memiliki situs peninggalan megalitikum dan komplek rumah adat di tengah hutan. Selain itu, ada Desa Cancar yang memiliki sawah berpola jaring laba-laba yang bentuknya seperti crop circle. Dibutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk mencapai Bajawa dengan menggunakan bus umum yang bertarif sekitar 100 ribu.

Karena sering didatangi wisatawan, kawasan ini cukup bersahabat untuk para turis. Tersedia beberapa penginapan dengan jenis fasilitas yang berbeda. Harga kamar per kamar di penginapan sederhana berkisar Rp 150 ribu. Salah satu penginapan yang bisa dijadikan tempat bermalam di sana adalah Guesthouse Eidelweiss. Setelah puas menjelajah Bajawa sehari semalam, kini saatnya melanjutkan perjalanan ke Moni. Di Moni, Anda bisa menunggu mentari terbit di danau tiga warna yang bernama Danau Kelimutu.

Dibutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk mencapai Moni yang terletak di timur Ende, Flores tengah. Anda bisa berangkat siang dari Banjawa agar bisa sampai pada sore hari di Moni. Ada beberapa bus yang melayani rute Banjawa-Moni dengan harga yang berkisar mulai dari Rp 80 ribu. Tersedia penginapan dengan harga mulai dari Rp 100 ribu di Moni. Setelah menemukan penginapan, pastikan Anda sudah mendapat motor sewaan untuk menuju Danau Kelimutu.



Matahari terbit adalah salah satu atraksi yang ditunggu-tunggu para wisatawan yang melancong ke sana. Berangkat pukul 03.30 Wita, waktu perjalanan menuju kaki Gunung Kelimutu akan berkisar 30 menit. Belum ada angkutan umum yang beroperasi sepagi itu, maka dibutuhkan motor atau mobil sewaan ke sana. Harga motor sewaan menuju sana adalah Rp 30 ribu. Dibutuhkan Rp 3 ribu untuk masuk ke dalam kawasan Danau Kelimutu.

Setelah puas menikmati kecantikan matahari terbit dan 3 warna cantik di kawah Kelimutu, kini saatnya kembali ke Ende dan menunggu penerbangan pulang. Angkutan umum dari Moni ke Ende akan menghabiskan uang sekitar Rp 25 ribu dengan jarak tempuh sekitar 1 jam. Ada beberapa maskapai yang melayani rute Ende-Jakarta dengan transit di Kupang dan Bali. Garuda Indonesia, Lion Air dan Merpati adalah beberapa maskapai yang bisa dijadikan pilihan. Harga satu kali perjalanan mulai dari Rp 1,7 juta.

Rincian:
Hari 1-4
Bus Jakarta-Bima Rp 450.000
Kapal Ferry Bima-Labuan Bajo Rp 50.000

Hari 5-6
Penginapan di Labuan Bajo selama 2 hari Rp 300.000
Makan (6 kali) @ Rp 20.000 = Rp 180.000
Sewa alat snorkeling Rp 75.000
Sewa kapal (jika dibagi ber-5) Rp 400.000 per orang
Bus Labuan Bajo-Banjawa Rp 100.000

Hari 7
Penginapan di Bajawa Rp 100.000
Makan (3 kali) @ Rp 20.000 = Rp 60.000
Akomodasi ke Desa Bena dan spideweb Rp 50.000
Bus dari Bajawa-Moni Rp 80.000

Hari 8
Penginapan di Moni Rp 100.000
Makan (2 kali) @ Rp 20.000 = Rp 40.000
Sewa motor di Moni Rp 30.000
Tiket masuk ke Danau Kelimutu Rp 3.000
Bus dari Moni ke Ende Rp 25.000
Pesawat Ende-Jakarta Rp 1,7 juta

Total: Rp 3.743.000

Nah, angka ini tidak mutlak begitu jumlahnya dan masih bisa diutak-atik lagi menjadi lebih murah. Anda mungkin bisa menukar atau mengurangi itenerary yang disebutkan di atas sesuai selera Anda. Itenerary ini semoga bisa memberikan gambaran awal. Selebihnya, Anda bisa susun sendiri agenda perjalanan dengan budget yang cocok di kantung Anda.

Selamat bertualang!

Riau24 - Berita

Social Networks

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu _____ Selamat datang di situs Hafara Institute. Sebuah ruang yang menyediakan materi-materi management, khususnya bagi program pasca sarjana S2 Magister Management. Dengan narasumber : Mr. Muhammad Syahrullah, SE, MM . Selamat membaca, semoga mendapatkan sesuatu yang bermanfaat, dan terima kasih atas kunjungan Anda _____ Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu

Total Tayangan Halaman

News24xx.com

About